oleh

Bersinergi dalam Mengatasi Kasus Perkawinan Anak di Sulteng

Kaper BKKBN Sulteng,memberikan materi terkait perkawinan anak.(F-nl)

PALU, SM.Com – Masalah kemiskinan menjadi salah satu penyebab terjadinya perkawinan anak. Ini menjadi tema utama dalam sosialisasi program pencegahan perkawinan anak, yang menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng sebagai salah satu narasumber pada kegiatan yang dilaksanakaan, Selasa (8/12/2020), di Aula Kantor Dinas P2KB Sulteng.

” Perkawinan anak menjadi masalah bersama. Karena itu melalui Patujua, mari kita cegah perkawinan anak yang keberadaannya sangat merugikan bagi para remaja serta menimbulkan dampak buruk terutama dalam tumbuh kembang anak,” kata Maria Ernawati.

Patujua merupakan program integrasi dengan sistem yang terdiri dari managemen dan strategi, pengembangan informasi dan monitoring, evaluasi di Sulawesi Tengah.
Karena itu, Patujua menjadi wadah bagi kita dalam upaya mencegah perkawinan anak yang seyogyanya dapat kita lakukan secara bersinergi dengan OPD terkait.
Program integrasi patujua ini merupakan satu sistem yang dikembangkan meliputi regulasi yang digawangi oleh dinas P2KB untuk membuat satu pergub terkait perkawinann anak.
Dalam perkembangannya, Patujua Ini meliputi managemen dan strategi, pengembangan IT dan Monitoring. ” Dengan patujua kita berharap upaya kita dalam mencegah terjadinya perkawinan anak bisa tercapai,” jelas Maria Ernawati.
Berdasarkan data Susenas, dari semua perkawinan yang terjadi, ada sekitar 58,97 persen adalah perkawinan wanita dibawah usia 20 tahun. Dan melihat data SDKI, pada kelompok umur 15-19 tahun, anak yang dilahirkan pada kelompok umur ini masih cukup tinggi.
” Maka sangat jelas bahwa dari data diatas, perkawinan anak menimbulkan beragam persoalan sosial seperti stunting/ anak lahir dalam keadaan kurang gizi, angka putus sekolah meningkat, terjadi KDRT dan beragam persoalan sosial lainnya,” ungkap Erna.
Karena itu, kita duduk bersama disini membahas satu konsep yaitu Patujua yang intinya melakukan upaya pencegahan perkawinan anak. Mencarikan solusi atas masalah ini, pungkasnya. (NL)

BACA JUGA  Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Perkembangan Kepribadian

Komentar

News Feed