oleh

Berkedok Kolam Ikan, Penambangan Emas di Desa Powelua Harus Dihentikan

Tampak aktivitas penambangan emas, penambangan liar dan ilegal yang ada di desa Powelua, berdampak buruk merusak alam.(F-dok.Anil PRD)

SULTENGMEMBANGUN.COM, DONGGALA –
Sebagai sumber penyedia air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Donggala, Desa Powelua memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kelestarian alamnya.

Namun kini Desa Powelua, Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala, mulai diobrak abrik oleh penambangan liar sang pemilik modal. Sementara diketahui bahwa desa Powelua ini merupakan sumber utama air bersih yang menghidupi sebagian besar penduduk di Kabupaten Donggala terutama di Kecamatan Banawa Tengah dan sekitarnya.

Keberadaan tambang emas ilegal yang berkedok pembuatan kolam ikan, kini mulai meresahkan masyarakat Donggala yang sangat khawatir akan mencemari air bersih yang menjadi sumber air di PDAM Donggala.

Dari keterangan Anil Syamsuddin M, di group medsos Perjuangan Rakyat Donggala, saat dikonfirmasi dengan tegas mengatakan bahwa Penambangan di desa Powelua Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala, sebaiknya dihentikan karena akan berdampak pada kerusakan lingkungan di Desa powelua itu sendiri. Pernyataan ini disampaikannya melalui konfirmasi pesan secara pribadi, Rabu (25/08/2021).

BACA JUGA  Bupati Bangkep Rais Adam Siap Dukung Program Bangga Kencana

Kata Anil, keberadaaan tambang emas ilegal di Desa Powelua bisa berdampak mencemari air bersih yang mengalir ke Kota Donggala dan sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Donggala.

” Karena Air PDAM kebanyakan bersumber dari desa Powelua ini, sementara kegiatan tambang ilegal ini masih berlanjut terus menerus, maka yakin saja kita semua akan minum air yang sudah tercemar zat-zat kimia yang bisa membahayakan bagi kesehatan kita. Maka diminta kepada Pemerintah Daerah, sebaiknya jangan mengeluarkan izin kalau tidak memperhatikan AMDAL nya. Dan sebaiknya pemerintah daerah harus tegas ! Supaya masyarakat tidak mencurigai adanya keterlibatan pejabat pejabat tinggi yang ada di lingkungan PEMDA Donggala,” pungkas Anil dengan tegas.

Menyikapi keberadaan tambang emas ilegal yang ada di desa Powelua itu, Anil juga menyampaikan bahwasanya kepala desa dan dewan adat setempat serta para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, sampai saat ini masih diam. Kira-kira kenapa sampai mereka pada diam!!!?

Saat ditanya soal itu, Anil menjawab ” Kami belum tau Tanggapan kepala desa dan dewan adat Powelua karena kami belum mengkonfirmasi dengan mereka, Cuma kami menduga mereka Di Bungkam oleh para oknum-oknum yang terlibat dalam Aktivitas tersebut dengan cara memberi janji janji…Ini Dugaan Kami…,” jelas Anil.(NL)

BACA JUGA  Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Alfamidi Berikan Suprise Ulang Tahun

Komentar

News Feed