oleh

Baznaz RI Dukung Alfamidi dalam Pengumpulan Donasi

Program Kemanusiaan, Donasi Konsumen Alfamidi Dikelola Yayasan Kredibel
SULTENGMEMBANGUN.COM. PALU – Wara wiri terkait donasi Alfamidi masih saja menuai beragam protes dari berbagai kalangan, yang mungkin saja belum memahami seperti apa prosedur aturan yang diterapkan oleh Alfamidi dalam menjalin kerjasama dengan pihak Yayasan atau lembaga sosial untuk pengumpulan donasi tersebut.

Pengumpulan donasi dilakukan secara nasional di semua cabang Alfamidi. Sesuai amanah Undang-Undang, pengelola donasi Alfamidi sudah mendapat izin dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau dari Kemenag RI.

Hal ini berdasarkan perintah Undang-Undang Nomor 9 tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang Atau Barang. Sebagaimana yang tercantum pada pasal Pasal 4, apabila pengumpulan itu diselenggarakan dalam seluruh wilayah negara atau melampaui daerah tingkat I atau untuk menyelenggarakan/membantu suatu usaha sosial di luar negeri, maka perizinannya dari Kemensos.

Sementara bagi lembaga/yayasan Islam, perizinannya dari Kementrian Agama dan harus melalui rekomendasi dari Baznaz.

Rizaluddin Kurniawan M.Si

Sebagaimana dijelaskan oleh Rizaludin Kurniawan M.Si selaku Pimpinan Baznas RI Bidang Penghimpunan, yang dihubungi via pesan di Whatshapp, Jumat (15/10/2021).

Dalam aturannya, kata Rizaludin, Izin pengumpulan dana publik itu ada 2 pilihan rekomendasi izinnya, pertama bisa lewat KEMENSOS dan Kedua lewat KEMENAG.

” Jadi masing- masing yayasan atau lembaga sosial bisa memilih jalur perizinan. Tapi kalau untuk pengumpulan dana publik berupa ZIS-DSKL maka izinnya harus ke Kemenag atas rekomendasi dari Baznas RI. Hal ini tercantum dalam UU zakat 23/2011 dan PP 14/2014 serta aturan turunan lainnya berupa PERBAZNA,S” kata Rizaludin yang juga adalah dosen di FDIKOM.

Sehingga dalam hal ini, Baznas RI sebagai kordinator dan pengendali organisasi pengelola zakat, infak, sedekah yang dijamin UU 23 tahun 2011, Sangat mendukung Alfamidi dalam bekerjasama dengan semua jaringan Baznas untuk pengumpulan sedekah/donasi dari masyarakat, dengan syarat lembaganya punya izin dari kementerian agama dan dapat rekomendasi dari Baznas, jelas Rizaludin

BACA JUGA  Rusli Ambo Dg Pallabi Menang Telak pada Pilwagub Sulteng

Dan sampai saat ini Baznas dengan alfamidi telah bekerjasama di pembayaran zakat via kasir, ungkapnya.

Sekali lagi dia menekankan bahwasanya lembaga islam yang mengumpulkan dana ZIS/zakat infak sedekah dan DSKL/dana sosial keagamaan lain, harus mendapat rekomendasi dari Baznas RI dan izin dari Kemenag.

Izin dari Kemenag dan rekomendasi dari Baznas RI untuk lembaga amil zakat/LAZ,
kata Rizaludin, berlaku 5 tahun. Dengan kewajiban tiap lembaga diharuskan melaporkan hasil penghimpunnan dan penyalurannya 2 kali dalam setahun. Begitu aturannya. Beda dengan lembaga atau yayasan yang non Islam prosedur ranahnya harus mendapat izin dari Kemensos RI.

Selanjutnya masing-masing yayasan atau lembaga sosial melakukan kerjasamaa tertulis dengab pihak alfamidi setelah yayasan ataupun lembaganya sudah memenuhi legalitas lengkap dan proposal penyaluran/pemanfaatannya disepakati oleh kedua belah pihak.

Dalam pengumpulan dan pengelolaan donasi tersebut, yayasan/perkumpulan atau lembaga sosial harus mengajukan izin secara Online Single Submission (OSS) atau pengurusan izin secara online di Kementerian Sosial (Kemensos) ataupun di Kemenag.

SELEKSI KETAT

Setelah memiliki legalitas, yayasan akan membuat perjanjian kerjasama dengan Alfamidi maksimal tiga (3) bulan dalam satu (1) periode, sesuai dengan izin yang mereka dapat dari Kemensos/ Kemenag.

Sebelum bekerja sama mereka harus melalui FIT and Proper test terlebih dahulu.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami memang tidak sembarangan bekerjasama. Meski sudah memiliki ijin yang lengkap, yayasan yang mau mengelola donasi harus melalui tahap seleksi yang ketat,” ujar Corporate Communications Manager Alfamidi, Arif L. Nursandi.

BACA JUGA  Nur Rahma, Bidan yang Sukses dengan Produk Cookies " Azzahra " Hingga Meraih Penghargaan Siddhakarya

PENGUMPULAN

Dalam pengumpulan donasi, setiap ada uang kembalian ganjil (kisaran Rp1 hingga Rp499) maka petugas kasir akan menawarkan pelanggan untuk mendonasikannya. Jika pelanggan setuju maka bukti donasi itu akan tertera di ekor struk.

Tapi bila pelanggan tidak setuju maka petugas kasir tetap akan memberi semua uang kembalian, dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi berdonasi lewat uang kembalian adalah pilihan bagi pelanggan. Bisa ikut serta bisa juga tidak.

“Jadi tidak ada paksaan kepada pelanggan untuk mendonasikan uang kembalian, ini hanya kerelaan dari pelanggan kami karena programnya untuk kemanusiaan,” tutur Andi sapaan akrabnya.

PEMANFAATAN

Lewat yayasan, pemanfaatannya digunakan untuk menopang warga kurang mampu, membantu kaum dhuafa, warga yang terdampak bencana alam, terdampak Covid-19, hingga untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

“Karena yayasan adalah pengelola dana donasi, bukan Alfamidi. Setelah dana terkumpul, semua akan diberikan kepada yayasan yang telah bekerja sama sesuai periodenya,” paparnya.

Untuk yayasan berbasis agama Islam seperti Lembaga Amil Zakat, Infaq dan shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Yayasan Mizan Amanah dan Baitulmaal Muammalat ada dibawah Kementerian Agama (Kemenag) Reppublik Indonesia. Sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh Rizaludin dari Baznas RI.

“Jadi, semua dana donasi yang mereka (yayasan Islam) dapat harus dilaporkan dan tercatat semua ke Baznas untuk kemudian diteruskan ke Kemenag. Selanjutnya Kemenag akan mengaudit yayasan-yayasan Islam tersebut. Jadi, mereka izinnya tidak ke Kemensos,” jelas Andi.

Untuk yayasan-yayasan berbasis Islam tersebut regulasinya diatur dalam Undang Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Zakat dan PP Nomor 14 tahun 2014.

BACA JUGA  Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Ajak Masyarakat Sulteng Berinvestasi di Bursa Saham

Karena itu kata Andi, dalam hal ini pelanggan tidak perlu khawatir. Sebab perseroan menjamin donasi konsumen disalurkan oleh yayasan dengan tepat sasaran.

PEMANFAATAN DI SULAWESI TENGAH

Di Sulawesi Tengah sendiri, dalam pemanfaatan donasi konsumen, disalurkan membantu korban gempa dan tsunami pada September 2018. Kala ini jumlah yang disalurkan pengelola donasi konsumen nilainya tidak sedikit

Hampir 50 persen donasi konsumen Alfamidi secara nasional ditambah dengan dana CSR Alfamidi diarahkan ke Palu, Sigi dan Donggala baik dalam bentuk bantuan makanan pokok, higien kits, hunian sementara dan sebagainya.

Belum lagi penyaluran 1000 sembako di Bulan April 2020. Lebih dari 1000 paket sembako di Agustus 2021. 7 gerobak untuk 7 UMKM. Serta masih banyak lagi bantuan yang lain.

Alfamidi menggandeng Yayasan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodakoh Nadlatul Ulama (Lazisnu) telah bekerjasama dalam penggalangan dana uang sisa kembalian konsumen Alfamidi.

Dan pemanfaatannya sangat jelas. Antara lain penyaluran dana untuk korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala. Khusus untuk pemanfaatan donasi Alfamidi di wilayah Sulawesi Tengah, ungkap Andi.

Karena dana ini dari masyarakat konsumen setia Alfamidi, maka dana yang terkumpul melalui donasi Alfamidi, harus dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan-kegiatan sosial yang sudah disepakati dengan pihak lembaga atau Yayasan diantaranya Yayasan Lazisnu sebagai salah satu mitra Alfamidi.

Sekali lagi kami tekankan bahwa untuk hasil sumbangan sukarela pelanggan setia Alfamidi (donasi alfamidi), dikelola langsung oleh yayasan yang berbadan hukum dan memiliki izin yang lengkap. Hasil donasi dimanfaatkan untuk program kemanusiaan.(**Nl)

Komentar

News Feed