Banjir Bandang Luluh Lantakkan Desa Lengkeka, Tertutup Lumpur

0
364

Kondisi desa Lengkeka yang ditimbun lumpur dampak dari banjir bandang sesaat hingga penduduk desa harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.(F-ist)

PALU, Sultengmembangun.com – Padahal hanya sekitar 1 jam di guyur hujan tapi tiba-tiba kampung Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso yang tadinya tenang mendadak disapu banjir yang datang 2 kali dalam waktu yang tidak bersamaan.

Banjir pertama terjadi sekitar pukul 2 sore sementara banjir kedua terjadi pada pukul 3 Selasa (3/3) sore.

Akibat dari peristiwa itu kampung tersebut langsung tertutup lumpur sementara 1 korban atas nama Masran Lambagu (50) ibu rumah tangga asal Kelurahan Sawidago yang sudah lama menetap di kampung itu dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

Saksi mata yang juga adalah suami korban, Budianto Todongi (57) yang saat ini sudah di evakuasi ke Desa Bewa, Kecamatan Lore Selatan kepada Nuansa Pos mengatakan.

Peristiwa bandang itu diawali oleh turunnya hujan yang terjadi pada pukul 1 siang yang mengguyur selama kurang lebih satu jam lamanya dimana dia dan isterinya sedang berada di dalam rumahnya.

Namun diluar dugaannya sesaat setelah terhenti, tiba-tiba saja dirinya melihat adanya aliran air dengan ketinggian kurang lebih 70 cm yang meluncur deras di atas permukaan jalan tani yang ada di depan rumahnya.

Kejadian itu sontak saja membuat Budianto dan isterinya kaget dan tidak berani keluar rumah namun karena salah satu anaknya yang masih duduk di bangku SD tidak sedang berada di rumah serta melihat air yang datang tadi mulai surut sehingga keduanyapun akhirnya keluar dan berusaha mencari anaknya tersebut.

BACA JUGA  Operasi Tinombala di Palu, Korban Meninggal Dunia Meningkat

Namun malang tak dapat di tolak, sesaat setelah turun ke bekas aliran air tadi tiba-tiba saja dari arah belakang keduanya datang air susulan yang lebih besar disertai batu gunung dan patahan-patahan kayu dan langsung menghantam dan menyeret keduanya.

Budianto sendiri masih selamat setelah berlari ke tempat yang lebih tinggi namun tidak demikian dengan isterinya. Korban dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

“Saya sudah sempat ingatkan segera lari dan menghindar tapi terlambat. Air datang begitu cepat dan kami terpisah. Korban belum ditemukan,” jelas Budianto.

Asal air sendiri diperkirakan berasal dari hulu sungai yang ada di wilayah pegunungan yang kemungkinannya sempat mengalami erupsi dan tertahan dimana ketika turun hujan mengalami jebol dan meluap turun menghantam seisi perkampungan yang ada.

Hingga berita ini dinaikan, seluruh masyarakat yang ada di kampung itu sudah di evakuasi keluar dan untuk sementara tidak diperbolehkan kembali lagi. Akses signal telepon yang masih sulit sehingga menyulitkan komunikasi dengan masyarakat yang ada di wilayah itu (NP)

BACA JUGA  Tiga Orang Mahasiswi Untad Ikut Sit In di Universitas Palangkaraya (UPR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here