Bangkitkan Semangat Warga Korban Bencana Melalui Program Padat Karya

0
175

Secara simbolis, Sekdaprov Sulteng Drs.Hidayat Lamakarate,MSi menyerahkan bantuan berupa perangkat kerja bagi para pekerja padat karya.(foto:humasprovsulteng)
PALU – Pasca bencana di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), Pemerintah Kota Palu kembali menghidupkan program padat karya.
Sebelum bencana, program padat karya menjadi program unggulan Pemerintah Kota Palu dalam upaya mengentaskan kemiskinan didaerah. Dengan memberikan upah bulanan bagi para pekerja pembersih jalanan yang direkrut dari kalangan masyarakat yang kurang mampu (masyarakat miskin-red).
Dan kini program tersebut ditindaklanjuti lagi oleh Wahana Visi Indonesia dengan tujuan yang sama, ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Hidayat Lamakarate, MSi.
Menurut Hidayat, program ini dilakukan sebagai upaya pendekatan phisykososial berupa program bantuan non tunai padat karya yang diberikan kepada sejumlah KK (Kepala Keluarga) di semua Kecamatan yang ada di Kota Palu.
“Diharapkan program padat karya ini dapat memulihkan kondisi warga yang tadinya terpuruk akibat terdampak bencana pasca bencana 28 September 2018,”tutur Hidayat saat membuka program yang digulirkan Wahana Visi Indonesia untuk 634 KK yang tersebar di 9 RW, di Kelurahan Taipa, Kelurahan Mamboro dan Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Jumat kemarin.
Melalui program, kata Hidayat, setidaknya dapat membantu meringankan beban bagi rumah tangga, khususnya peserta padat karya. Dimana setiap KK, diberikan dana insentif senilai Rp80 ribu per hari. Dengan sistim kerja setiap hari membersihkan drainase, lingkungan tempat tinggal dan fasilitas publik.
Selain memperoleh dana insentif bulanan, Bagi peserta program ini, juga diikutkan sebagai peserta asuransi BPJS Tenaga Kerja dengan menggandeng Wahana Visi Infonesia sebagai jaminan saat bekerja peserta padat karya lebih terproteksi.
Lebih jauh sekprov mengharapkan program ini menjadi pionir bagi lembaga-lembaga kemanusiaan lain yang bermitra dalam pemulihan warga korban bencana.
“Jika ada program yang akan diluncurkan, tolong tetap koordinasi dengan Kami supaya tidak salah sasaran,” harap sekprov.
Selain itu, sekprov meminta para kepala RT/RW untuk mendata warganya yang belum tersentuh bantuan sebab tidak tertutup kemungkinan akan datang lembaga lain menyalurkan paket bantuan.
Sementara Zone Manager Sulteng Radika Pinto mengatakan bahwa program bantuan non tunai padat karya Wahana Visi berfokus pada pemulihan ekonomi keluarga yang dianggapnya paling rentan.
Disamping sifat kepesertaan program yang inklusif atau merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan yang menjadikan program jauh bernilai tambah.
“Kami melibatkan laki-laki, perempuan tanpa melihat suku dan agama,” jelasnya.
Dibukanya program ditandai simbolis lewat penyerahan paket alat-alat kebersihan dan tanda peserta BPJS tenaga kerja ke perwakilan warga.
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Desain Bangunan Gedung IAIN di Sigi Melambangkan Budaya Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here