oleh

Bahas Rancangan Pergub Patujua tentang Penurunan Angka Perkawinan Anak, BKKBN Sulteng Bersinergi Bentuk Tim Terpadu

Sinergi dengan BKKBN Perwakilan Sulteng, Dinas P2KB Sulteng gelar rapat bersama tim terpadu Patujua.(F-ist)

PALU, Sultengmembangun.com – Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan dinas P2KB, sejumlah OPD dan sektor terkait duduk bersama membahas rancangan Peraturan Gubernur tentang Program Integrasi PATUJUA di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah Selasa (20/10/2020).

Rapat dihadiri Kepala Perwakilan dan seluruh pejabat fungsional ahli madya BKKBN Sulteng, Kadis DP2KB beserta jajaran pimpinan, Biro Hukum Setdaprov, Dinas Pendidikan Sulteng, Kanwil Kementerian Agama Sulteng, Dinas Kesehatan Sulteng, DP3A Sulteng, Dinas Sosial Sulteng, Forum GenRe, Fapsedu, PIK-R dan Yayasan Alkautsar, serta unsur media.

Dalam penyusunan pergub ini, Indah Rulyanti, SH., MH Plt. Phdp dari Biro Hukum Setdaprov memberikan penjelasan dan pencerahannya untuk perbaikan dan penyempurnaan terhadap draft landasan legal PATUJUA”Perlu diperhatikan Jenis hurufnya, Substansi yang termasuk didalamnya tidak bertentangan dan rancangan harus sesuai dengan ketentuan Permendagri 80 tahun 2015″ Jelasnya

Sempat menjadi diskusi panjang mengenai hal tersebut, Kaper Dra. Maria Ernawati menyarankan adanya regulasi yang melibatkan instansi vertikal selama menunggu Pergub di sah kan dan semua yang terlibat agar berkomitmen segera melakukan aksi baik membentuk TIM atau MoU, “kami bersama kanwil kemenag sebagai instansi vertikal ingin agar program ini segera dilaksanakan, sebagai awal agar segera bisa sama sama bergerak kita jalankan melalui regulasi baik Seperti Keputusan Gubernur membentuk TIM atau MoU sembari menyempurnakan ranpergu dalam rangka percepatan penurunan perkawinan anak di Sulteng, bukan karena kejar target namun kita dikejar oleh isu yang harus segera dilaksanakan,” ujarnya.

BACA JUGA  Kinerja BKKBN pada Semester I - 2019, Dinilai Baik & Lampaui Target

Sementara itu, dari dinas P2KB, Bambang mengharapkan agar tim terpadu percepatan penurunan angka perkawinan khususnya perkawinan anak, dapat membagi kelompok dan segera bekerja sesuai tufoksinya masing-masing. (Kiki)

Komentar

News Feed