oleh

Bahas GDPK Sulteng, Dinas P2KB Kembali Hadirkan Tim Pokja

Sekretaris Dinas P2KB Sulteng, Bambang, saat memimpin rapat mewakili kepala Dinas P2KB provinsi Sulteng..(F-ist)

PALU, Sultengmembangun com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah, kembali menghadirkan tim pokja penyusunan Penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2015- 2023 yang berlangsung, Senin (19/10/2020), di Aula kantor dinas P2KB Sulteng.

Pada rapat kali ini mengundang semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait kependudukan diantaranya Dinas kependudukan dan catatan sipil, BKKBN perwakilan provinsi Sulteng, Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Dinsos Sulteng, Bappeda Sulteng, pers dan tim Akademisi.

Rapat dibuka oleh Sekertaris Dinas P2KB Provinsi Sulteng, Bambang menjelaskan penyusunan kali ini tidak lain untuk menyempurnakan penyusunan yang telah pernah dilakukan, hanya masih ada yang perlu dibenahi sehingga kembali merampungkan buku GDPK yang telah dibundel ini dan sudah pernah menjadi buku acuan di seluruh Indonesia.

Karena penyusunan buku GDPK ini harus bisa selesai di tahun 2020 ini dengan ada ataupun tanpa anggaran.

Adapun tujuan utama pelaksanaan GDPK adalah untuk tercapainya kualitas penduduk yang tinggi sehingga mampu menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa.

BACA JUGA  Samakan Persepsi dalam Pendidikan Anti Korupsi

“Meski sebenarnya rapat dengan Tim Pokja GDPK ini sudah pernah dilaksanakan tahun di tahun 2017 namun untuk penyempurnaannya masih ada yang perlu untuk dibenahi sebelum turun keputusan dari gubernur, sebab semuanya masih sebatas pengumpulan data dan mengonekkan data base dari semua kabupaten/ kota sambil menunggu SK Pokja dan Surat keputusan dari Gubernur,” ujar Bambang.

Kata Bambang pembangunan kependudukan memiliki masalah dan tantangan yang cukup berat baik dari sisi kuantitas, kualitas, mobilitas dan administrasi kependudukan sehingga dibutuhkan penyusunan grand design pembangunan kependudukan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota.

“Mengingat jumlah penduduk yang besar tidak berimbang dengan mutu sumber daya manusia yang memadai. Sambil mengkonekkan data kita di Randucasnapil dengan data BPS Sulteng,” imbuh Bambang

Ia pun menyampaikan jika terkait indeks pembangunan manusia ( IPM) apalagi Indeks Pembangunan Manusia, Negara Indonesia berada pada urutan ke 121 dari 187 negara.
Ditambah lagi beberapa indikator lainnya, di mana terlihat angka kematian yang masih tinggi, tingkat pendidikan masih rendah dan jumlah penduduk miskin yang masih besar.
Ia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan peran dari para peserta dalam penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) guna mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas. (kiki)

BACA JUGA  Alumni UI Bantu Warga Lende Tovea Melalui Program Pemberdayaan

Komentar

News Feed