Asyik Pesta Nyabu, Adik Kandung Oknum Pejabat Tinggi di Pemkot Palu Ditangkap BNN Provinsi

0
486

Gelar Press Confrence hasil perburuan tim berantas BNNP Sulteng, Selasa Malam 5 Oktober 2020.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Tiga pasangan asyik pesta nyabu di salah satu home stay di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga. kota Palu pada 5 Oktober 2020.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Drs.Sugeng Suprijanto, SH menyampaikan bahwa benar adanya penangkapan tiga pasangan yang sementara asyik pesta nyabu pada Senin malam sekitar pukul 21.37 wita di salah satu home stay yang ada di Kecamatan Tatanga.

Waktu itu, pihak BNNP Sulteng mendapatkan informasi dari masyarakat, tentang hal itu. Dan tanpa basa basi, tim berantas dari BNNP Sulteng langsung menuju ke TKP. Dan pada saat di TKP, tim berantas BNNP Sulteng langsung menggerebek kamar 06 di home stay tersebut, dan menemukan ada 3 pasangan yang sedang pesta nyabu.

“Jadi untuk detailnya nanti Kabid Berantas BNNP Sulteng yang jelaskan, ” Kata Brigjen Pol. Drs.Sugeng saat menggelar press confrence Kamis Malam, (8/10/2020), di halaman kantor sementara BNNP Sulteng.

Di kesempatan yang sama, Kabid Berantas BNNP Sulteng, Baharuddin, mengatakan bahwa pada Senin malam tanggal 5 Oktober 2020, tim berantas BNNP Sulteng menggerebek kamar 06 salah satu home stau yang ada di Tatanga.

BACA JUGA  KPU : Keberimbangan Pers Dalam Pilkada Serentak 2020 di Sulteng

” Dalam penggerebekan itu, kami mendapati ada tiga pasangan, 3 orang perempuan dan 3 orang laki-laki yang sedang mengisap Bong secara bergilir. Tepat pada giliran kedua, Tim Berantas BNNP Sulteng mendobrak pintu kamar 06 home stay itu. Dan ditemukan sejumlah barang bukti yang sekarang sudah diamankan oleh pihak BNNP Sulteng,” ungkap Baharuddin.

Disebutkan, malam itu pihaknya sempat mengamankan 6 orang yang sementara pesta nyabu. Namun disaat melakukan penggerebekan, tim berantas BNNP Sulteng sempat kelimpungan karena pada saat kejadian, ada beberapa pemuda yang datang dan memprovokasi masyarakat setempat dengan membunyikan tiang listrik. Sehingga dari 6 orang yang diamankan itu, 4 orang lainnya sempat melarikan diri. Sehingga pada malam itu hanya ada 2 orang perempuan yang berhasil dibawa dan diamankan oleh tim berantas BNNP Sulteng.

” Kedua orang perempuan itu masih muda belia, diperkirakan usianya baru tamat SMA,” kata Baharuddin.

Sementara ke-4 orang yang berhasil melarikan diri, 1 diantaranya adalah perempuan. Jadi benar pada acara pesta nyabu malam itu ada 3 pasangan yang menikmati bong secara bergantian. Dan kami menemukan sisa sabu yang masih melekat didalam pipet bong,” jelas Baharuddin.
.
Terkait 4 orang yang sempat melarikan diri malam itu, satu diantaranya berinisial H, sudah berhasil ditangkap oleh Tim Berantas BNNP Sulteng pada keesokan harinya. Dimana H ini adalah adik dari oknum pejabat tinggi di Kota Palu. Dan ketiganya dinyatakan positip berdasarkan hasil tes urine.

BACA JUGA  Tutup Porprov 2019, Gubernur Minta Kabupaten Kota Siapkan Satu Cabor Andalan

“Kita menunggu saja, 1-2 hari kedepan, apakah ketiga orang ini dari hasil pengembangan kasus akan ditingkatkan menjadi tersangka atas kepemilikan barang. Karena saat ini H bersama 2 orang perempuan yang temannya bersama pesta nyabu, sudah diamankan di rutan BNNP Sulteng. Dan proses kasus ini masih terus dilakukan pendalaman untuk memburu dan mencari tahu keberadaan 3 orang lainnya inisial S, R dan T yang masih buron,” ungkap Baharuddin.

Dia menambahkan bahwa Kasus ini masih dalam proses pengembangan karena masih ada 3 orang yang melarikan diri dan masih menjadi TO BNNP Sulteng.

Terkait dengan BNNP Sulut, rupanya H adalah orang yang selama ini jadi buruan BNNP Sulut karena ada kaitannya dengan Hg yang ditangkap oleh Tim berantas BNNP Sulut pada 3 September 2020 dengan babuk 1.1 gram sabu.

” Jadi kami kerjasama dengan kabid Berantas BNNP Sulteng untuk melakukan penyelidikn terhadap inisial H, ” kata Tim Berantas BNNP Sulut yang menyempatkan diri ikut press confrence malam ini.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan malam itu, berupa 15 paket plastik bening narkoba jenis sabu, 1 buah bong, 2 buah kaca pipet, 1 buah korek api, 6 kartu ATM, 1 unit HP Iphone 11, 1 unit HP oppo, 1 unit HP oppo reno biru, 1 buah kunci mobil honda dan uang tunai Rp5. 500.000 serta Satu buah tas Selempang warna biru coklat.(Kiki)

BACA JUGA  Tingkatkan Kompetensi Penyuluh dalam Mencegah Stunting dan Pernikahan Dini di Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here