oleh

Apresiasi Kunjungan Tim KPK, Bupati Donggala Tegaskan ASN Maksimalkan Kinerja Tanpa Korupsi

Kunker Tim KPK ke Kabupaten Donggala diterima oleh Bupati Donggala, Kasman Lassa. (F-ist)

SULTENG MEMBANGUN.COM, DONGGALA – Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH., MH, didampingi Sekretaris Daerah Dr. Rustam Efendi, S. Pd., SH., M. Ap, menerima kunjungan tim Komisi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dari Direktorat Koordinasi Dan Supervisi Wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), di ruang Aula Kasiromu Kantor Bupati, Rabu (3/3/2021).

Kedatangan tim tersebut, dalam rangka melakukan audensi dan koordinasi, terkait pelaksanaan program pemberantasan korupsi terintegrasi di Wilayah Kabupaten Donggala.

Tim dipimpin langsung oleh Kasatgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV, Nike Ariati, didampingi Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV dan dua Fungsional Korsup Pencegahan, Basuki Haryono dan Muhammad Muslimin Ikbal.

Dalam sambutannya Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH., MH, menyampaikan
ucapan terima kasih kepada tim KPK, yang telah memberikan masukkan dalam program pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dimana rogram pencegahan dan pemberantasan korupsi tersebut yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Donggala, adalah merupakan program kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan terkait dengan tindak pidana korupsi yang meliputi delapan areal.

BACA JUGA  Pengelolaan Kawasan Hutan Dorong Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Desa

“Upaya pencegahan melalui program Korsupgha KPK adalah sebuah hal yang perlu dan harus ditindak lanjuti bersama,” Ujarnya

Olehnya itu Bupati berharap agar Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala untuk menjalankan program kegiatan yang telah disusun, dalam rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi di Pemerintahan Kabupaten Donggala.

Tentunya upaya pencegahan korupsi disamping dilaksanakan dengan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, hal yang tidak kalah pentingnya dikatakan oleh Bupati yaitu merubah maindset Aparatur penyelenggara pemerintahan.

“Karena korupsi terjadi bukan hanya persoalan kesempatan tetapi juga masalah kesadaran dan mental,”
Pungkas Bupati.

Sementara itu, Kasatgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV, Niken Ariati, menyampaikan bahwa terkait dengan penilaian standarisasi ada delapan areal intervensi yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, PTSP, Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), Manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah dan dana desa.

Kedelapan areal tersebut selain untuk penilaian standarisasi, juga merupakan sebagai alat ukur untuk melihat sejauh mana upaya pemerintah daerah, dan upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

BACA JUGA  Jalin Kemitraan dalam Mengantisipasi Penyebaran Paham Radikalisme

“Mudah-mudahan dengan adanya audensi bisa membantu dan membawa manfaat,” Harapnya.

Sehingga Donggala sebagai kabupaten tertua diharapkan bisa lebih baik untuk ke depannya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat Pemerintah Daerah yang ada di lingkup Kabupaten Donggala.**(Syamsir)**

Komentar

News Feed