Antisipasi Kebutuhan di Daerah, Mendagri Gelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Covid 19

0
69

Rapat virtual dengan Mendagri Terkait langkah-langkah penanganan covid 19 didaerah hingga di tingkat pusat.(F-ist)

PALU, SM.com – Dalam rangka koordinasi pencegahan dan penanganan wabah covid-19, Sekda Provinsi Sulteng Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si didampingi asisten perekonomian, Bunga Elim Somba dan OPD terkait mendengar arahan Mendagri Tito Karnavian dalam rapat virtual, Selasa sore (7/4/2020).

Dalan rapat virtual tersebut antara lain membahas langkah-langkah antisipasi dan kebutuhan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pangan dalam menghadapi wabah ganas yang berasal dari kota Wuhan, China.
2
Mendagri Tito menuturkan bahwa kemendagri telah membentuk dua tim yang mana tim pertama bertanggungjawab menginventarisasi kebutuhan tiap daerah terkait alat kesehatan (alkes) dan pangan.

Sedang tim lain bertanggungjawab menginventarisasi kemampuan industri untuk memasok kebutuhan alkes dalam negeri selama wabah covid-19 maupun menjajaki industri mana yang mungkin bisa memproduksi alkes guna menutupi kekurangan.

Tim pertama dalam laporannya, Kapolri Tito mengatakan untuk mengestimasi kebutuhan alkes semisal masker untuk per bulannya bisa tembus lebih dari 2 milyar helai.

BACA JUGA  Gerakan Pemberdayaan di Kampung KB Wujudkan Masyarakat yang Mandiri

Adapun daerah yang memuncaki kebutuhan alkes terbanyak lanjutnya ialah DKI Jakarta yang kini adalah epicentrum covid-19.

Sementara jenis alkes yang harus dihasilkan industri lapor tim dua dapat dibagi berdasarkan cakupan kebutuhan individu, masyarakat, pasien dan petugas medis.

Misalnya untuk kebutuhan individu yang paling mendesak lanjut tim ialah masker dan hand sanitizer.

Menyusul kebutuhan pasien seperti tempat tidur, ventilator, vitamin dan obat-obatan serta APD bagi petugas medis sebagai garda depan.

Pada kesempatan itu, Mendagri Tito mengharap kerjasama pusat dan daerah dalam memastikan industri tetap beroperasi untuk memasok kebutuhan alkes dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak menutup total wilayahnya yang bisa mengganggu kelancaran arus distribusi.

“Kepala-kepala daerah dalam mengambil kebijakan jangan sampai menghambat industri,” pesannya.

Pada rapat virtual sebelumnya, Jum’at (3/4), Sekda Hidayat Lamakarate selaku Ketua Harian Tim Covid-19 Sulteng sudah melaporkan terkait pemangkasan 50 % anggaran perjalanan dinas semua OPD provinsi sehingga terkumpul dana penanggulangan wabah senilai 100 Miliar Rupiah.

Dana tersebut, jelasnya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan ketahanan pangan daerah dalam beberapa bulan ke depan.

BACA JUGA  Dr Ir Muhardi, MSi Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Dekan Fakultas Pertanian Untad

Untuk kebutuhan APD bagi petugas medis Sulteng yang ditaksir mencapai 25 ribu unit, selain menerima bantuan pusat dan memesan ke industri, pemprov juga memberdayakan potensi 2 sekolah kejuruan yakni SMK 1 dan SMK 5 yang sudah mampu membuat APD.

Meski begitu upaya ini belum maksimal karena kemampuan total produksi dua sekolah ini baru sampai 170 unit per hari.(*nil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here