oleh

Anggaran Terbatas, BNN Kota Palu Maksimalkan Kinerja Berantas Penyalahgunaan Narkotika

BNN Kota Palu Merilis kinerjanya di semester pertama 2021.(F-nila)

SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU –
Dipertengahan tahun 2021, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu merilis program kerjanya baik yang didukung oleh anggaran maupun yang tidak didukung oleh anggaran.

Kepala BNN Kota Palu, AKBP Dr. Baharuddin SE,M.Si menyampaikan beberapa program kerja yang telah dilaksanakan oleh BNN Kota Palu selama periode Januari 2021 hingga Juni 2021.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa BNN kota Palu itu memiliki tiga tufoksi yaitu pencegahan dan pemberdayaan, , pemberantasan dan rehabilitasi.

Pada seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat kegiatannya terkait dengan anggaran. Karena keterbatasan anggaran di BNN Kota sehingga ada kegiatan yang tidak didukung oleh Diva. Dan kegiatan itu biasa disebut kegiatan non diva.

” Jadi ada beberapa kegiatan di bidang pencegahan dan pemberdayaan yang dilaksanakan oleh BNN Kota Palu diluar diva.
Meskipun tanpa dukungan anggaran, namun kami tetap melaksanakan tugas dan fungsi kami dalam melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Ini membuktikan bahwa BNN kota Palu bekerka dengan serius dalam memerangi penyalahgunaan narkotika,” ujar Baharuddin.

BACA JUGA  Warga Prihatin Pandemi Covid Terus Mewabah, Pemerintah Kecamatan Liang Tiadakan Protokol Covid

Sementara di bidang pemberantasan, hanya 1 kasus yang didanai Diva sedangkan sampai pertengahan tahun 2021 ini, BNN Kota Palu sudah menangani 2 kasus.

” Hingga di semester pertama ini, tim berantas sudah menyelesaikan 2 kasus. Meskipun tanpa dukungan anggaran, kami tetap bekerja semaksimal mungkin dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika,” kata Baharuddin.

Di bidang rehabilitas, lanjutnya, mulai Januari sampai dengan Juni 2021 yang pertama proses hukum 8 orang. Kemudian yang kedua ada pasien rawat jalan di klinik sangurara. ” Pasien rawat jalan ini dirawat di klinik kami namanya klinik Sangurara sebanyak 20 orang semuanya direhab,. Kemudian ada 2 pasien raqat inap di Badoka Makassar, dan 1 orang pasien lagi di rujuk ke Samarinda. Dan ada 1 lagi di rawat di tempat lain, ” jelas Baharuddin seraya menyebutkan bahwa untuk tahun ini ini pasien yang direhab total 232 orang.

Diapun berharap dengan terbentuknya Satgas K5 anti narkoba yang ada di seluruh Kelurahan, dapat mendukung tugas BNN terutama dalam menambah jumlah masyarakat yang akan direhabilitasi. (nl)

BACA JUGA  Antisipasi Penyebaran Covid 19 Jelang Lebaran, Polda Sulteng Gelar Operasi Ketupat Tinombala 2021

Komentar

News Feed