Aksi Joget Siswa SMKN 1 Luwuk Dikecam, Ini Tanggapan Kepsek

0
325

Aksi joget siswa-siswi SMKN I Luwuk menuai beragam komentar miring dari masyarakat di sosial media. (F-ist).
BANGGAI, Sultengmembangun.com -Guru yang seharusnya menjadi panutan bagi siswa dalam pembinaan karakter dan Akhlaq anak didiknya, terkesan membiarkan prilaku-prilaku yang tak pantas masuk ke sekolahnya. Salah satunya aksi joget yang mengundang reaksi sejumlah warga di media sosial.

Selain tanggapan miring di media sosial, sejumlah orang tua pun menyorot perilaku siswa SMK 1 Luwuk ini. Salah satunya diungkapkan Anhar. Menurutnya, apa yang dilakukan siswa SMK 1 itu adalah contoh yang tak baik bagi anak-anak.

“Saya kira kepseknya harus bertanggungjawab. Kalau saya dengan kejadian itu tak akan menyekolahkan anak saya di sekolah itu,” tegasnya, Kemarin.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Luwuk, Hasdin Molomban menyatakan, aksi joget berdurasi 29 detik itu dilakukan secara spontan oleh sejumlah siswa. Dan tidak ada unsur kesengajaan dan pembiaran dari pihak sekolah. Aksi joget itu ditegaskannya, bukan bagian dari perayaan HUT SMK Negeri 1 Luwuk.

“Ini spontan terjadi. Karena ada kesalahan pemutaran lagu,” jelasnya, saat dikonfirmasi tadi malam.

BACA JUGA  Lestarikan Budaya Daerah, Disdikbud Kota Palu Terapkan Pakai Sampolu/Siga

Kata dia, kegiatan HUT sekolah kemarin, ada acara tambahan modero. Saat modero kegiatan masih berjalan bagus. Namun, ditengah-tengah modero tiba-tiba datang seorang siswa meminta agar lagu dero diganti sesuai dengan lagu modero saat ini. “Namun, yang siswa putar bukan lagu modero. Melainkan, lagu joget. Ini mengakibatkan para siswa secara spontan melompat berjoget,” jelasnya.

Melihat aksi siswa bukan lagi tarian modero, pihaknya langsung menghentikan musik tersebut. Saksinya adalah pemilik alat music yang disewa oleh SMKN 1 Luwuk. Dan kembali dilanjutkan dengan lagu modero. “Ini spontan terjadi. Dan saya langsung langsung marah kepada siswa atas pemutaran lagu joget itu,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Hasdin menyebutkan, seandainya pun persoalan siswa berjoget tidak viral di media sosial, permasalahan ini tetap diproses sesuai aturan yang berlaku di sekolah. “Saya akan panggil siswa bersangkutan dan mengundang orang tuanya untuk penyelesaian persoalan ini. Kita lakukan pembinaan,” terangnya. (bdi/leb/NP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here