oleh

Aksi Curanmor Mantan Residivis Berhasil Menggasak 15 Unit Sepeda Motor di Kota Palu

SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU – Polresta Kota Palu berhasil menangkap salah seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama sangat meresahkan masyarakat. Alih-alih pelaku yang berinisial Y alias O, adalah mantan residivis yang kembali beraksi dan melakukan pencurian sepeda motor di beberapa tempat. Hal itu disampaikan Kapolresta Palu, Kombes Pol BarliansyahS.I.K, M.H pada konfrensi pers di press room Polresta Palu, Selasa (24/05/2022).

Berdasarkan data yang ada, kasus curanmor yang dilakukan oleh Lk Y alias O terdapat 4 Laporan Polisi dan 8 STtl dengan barang bukti sebanyak 15 unit berupa kendaraan sepeda motor (ranmor).

Disebutkan dari 15 unit babuk yang kini sudah diamankan di Mapolresta Palu, terdapat 12 Unit ranmor yang diamankan di wilayah hukum Polres Luwuk Kabupaten Banggai sementara 1 unit babuk diamankan dari wilayah hukum Polres Poso dua unit babuk diamankan dari wilayah hukum Polsek Kasimbar, Polres Parigi Moutong.

Dalam melakukan aksinya, Pelaku Y alias O ini dibantu oleh satu orang rekannya. Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata rekannya itu sudah MD (Meninggal Dunia).

BACA JUGA  Harga 5 Kelompok Bahan Makanan ini Jadi Pendongkrak Inflasi di Palu

Dari hasil penyelidikan, Selain pelaku utama Lk Y alias O, masih ada satu orang pelaku lainnya yaitu Lk P yang bertindak sebagai penadah. Dan babuk yang ada ditangan tersangka Lk P yang ditangkap di wilayah hukum Polres Luwuk, Kabupaten Banggai, kini juga sudah diamankan di Polresta Palu.

Untuk pelaku utama Lk Y alias O, dalam melakukan aksinya dia menggunakan kunci khusus yang dirakit sendiri sehingga sangat mudah digunakan untuk membuka kunci sepeda motor meskipun sudah di kunci stir.

” Kini kunci tersebut sudah diamankan juga sebagai babuk,” kata Kombes Pol Barliansyah.

Sementara motip pelaku karena faktor ekonomi, ingin bersenang-senang dan narkoba.

Adapun hukuman yang diberikan atas perbuatannya, si pelaku Lk Y alias O dikenakan pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan hukuman penjara selama 7 tahun. Sedangkan si penadah Lk P dikenakan pasal 480 KUHP yakni Penadah dengan hukuman penjara selama 4 tahun.

Salah satu korban curanmor, kini telah menemukan motornya kembali.

Terkait dengan diamankannya sejumlah babuk hasil curanmor yang dilakukan oleh Lk Y alias O, maka diharapkan kepada masyarakat Kota Palu dan sekitarnya bagi yang merasa kehilangan sepeda motornya untuk segera datang melapor ke kantor Polresta Palu dengan membawa bukti dan surat yang identik sebagai keaslian bukti bahwa benar itu kendaraan milik yang bersangkutan.

BACA JUGA  Paslon 01, Hidayat - Bartho Sediakan Layanan 1 Desa 1 Internet Kampung Gratis

Seperti yang diakui oleh salah seorang pemuda yang sebelumnya pada tiga pekan lalu telah membuat laporan polisi atas kehilangan sepeda motornya, yang saat itu diparkir di depan kostnya di Vatutela, Kelurahan Tondo Kecamatan Palu Utara.

Dia mengaku dihubungi oleh aparat kepolisian Polresta Palu. Dan sebagai salah satu korban atau pelapor atas kehilangan sepeda motornya, dia diundang datang ke Kantor Polresta Palu, dengan membawa surat bukti atas kepemilikan sepeda motornya.

Alhasil, dari salah satu kendaraan yang berhasil diamankan oleh Polresta Palu. Satu diantaranya adalah sepeda motor miliknya.

Demikian halnya, kepada masyarakat lainnga, Kapolresta Palu Kombes Pol.Barliansyah sangat mengharapkan agar masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motornya, segera ke kantor Polresta Palu untuk memastikan bahwa ada sepeda motornya diantara babuk yang berhasil diamankan Polresta Palu. Tetapi dengan membawa surat berupa bukti kepemilikan.

Disisi lain, Kapolresta Palu Kombes Pol.Barliansyah juga menyampaikan bahwa ada 8 unit babuk sepeda motor yang diamankan ini, adalah babuk yang sifatnya bodong leasing. Sehingga diinformasikan kepada masyarakat secara umum terutama warga Palu agar tidak melakukan pembelian kendaraan yang sifatnya kendaraan bodong. Meskipun kendaraan tersebut diperjual belikan melalui leasing namun status kendaraan itu tetap saja dianggap ilegal sebab tidak akan ada surat berupa bukti atas kepemilikan kendaraan tersebut.

BACA JUGA  Penanganan Covid di Buol Dinilai Tidak Maksimal hingga Jumlah PDP Positif Terus Bertambah

Komentar