oleh

7 Jenis Keputihan saat Hamil dan Penyebabnya, Waspada jika Hal-Hal Ini Terjadi

Ilustrasi seorang ibu hamil saat memeriksakan kandungannya ke dokter. (F-dok. Ist)

SULTENGMEMBANGUN. COM, Jakarta – Keputihan merupakan hal yang umum terjadi pada hampir semua wanita, termasuk saat mereka sedang hamil. Wanita yang sedang mengandung rentan mengalami perubahan hormon yang dapat menyebabkan perubahan pada lendir vagina, sehingga menghasilkan keputihan. Keputihan umumnya tidak berbahaya dan merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi vagina dari infeksi.

Ada beberapa penyebab yang dapat menyebabkan keputihan saat hamil, seperti infeksi ragi, vaginosis bakteri, atau infeksi menular seksual. Namun, keputihan juga dapat terjadi karena perubahan hormonal yang disebabkan oleh kehamilan itu sendiri.

Penting bagi wanita hamil untuk memahami jenis keputihan yang dialami dan mengenali tanda-tanda yang tidak normal. Jika ada kekhawatiran atau gejala yang tidak biasa, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Ada beberapa jenis keputihan saat hamil, dan ini dapat diidentifikasi berdasarkan ciri-cirinya. Untuk mengetahui apa saja jenis keputihan saat hamil dan ciri-cirinya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (24/4/2024).

1.Putih

Keputihan bertekstur putih kental yang menyerupai keju cottage adalah salah satu jenis keputihan saat hamil. Keputihan ini dapat menjadi indikasi adanya infeksi jamur pada area vagina, yang dapat menyebabkan gejala seperti gatal, rasa terbakar, dan nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan seksual.

Keputihan sendiri adalah kondisi normal yang terjadi pada wanita sebagai hasil dari pengeluaran lendir oleh vagina. Namun, ketika keputihan berubah menjadi bertekstur putih kental dan menyerupai keju cottage, itu bisa menjadi tanda adanya infeksi jamur yang umum terjadi selama kehamilan.

Infeksi jamur pada vagina biasanya disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur candida, yang biasanya hadir dalam jumlah yang seimbang dalam vagina. Namun, perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dapat mengganggu keseimbangan ini, sehingga jamur candida dapat tumbuh dengan cepat.

2.Bening

Gatal, rasa terbakar, dan nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan seksual adalah gejala umum dari infeksi jamur. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan profesional medis Anda untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang sesuai.

BACA JUGA  Pemkab Sigi Siapkan Lima Ratus Juta untuk Program Pemberdayaan Sahabat Madani

Untuk mencegah infeksi jamur saat hamil, penting untuk menjaga kebersihan area vagina secara teratur, menghindari penggunaan produk yang berpotensi mengganggu keseimbangan pH vagina, dan menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Selain itu, menjaga pola makan yang sehat dan mengelola stres juga dapat membantu menjaga keseimbangan flora vagina yang sehat selama kehamilan.

3. Hijau atau Kuning

Ternyata, area kewanitaan juga bisa mengalami alergi, lho. Bagaimana cara mengatasinya? (foto: shutterstock.com)
Selama kehamilan, perubahan hormonal yang terjadi pada tubuh ibu dapat menyebabkan perubahan dalam keputihan. Keputihan yang biasanya normal selama kehamilan adalah keputihan berwarna bening atau putih susu tanpa bau yang aneh.

Namun, keputihan yang berwarna hijau atau kuning dapat menunjukkan adanya kondisi yang tidak normal atau tidak sehat, dan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi setiap wanita. Warna tersebut dapat menandakan adanya infeksi seperti klamidia atau trikomoniasis, yang jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Adanya gejala lain seperti kemerahan atau iritasi pada area genital juga harus diperhatikan, karena hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Menurut CDC, PMS dapat menyebabkan masalah selama kehamilan dan bahkan mempengaruhi perkembangan anak hingga bertahun-tahun setelah kelahiran. Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita yang mengalami keputihan berwarna hijau atau kuning untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, potensi risiko komplikasi dapat diminimalkan.

4. Abu-abu

Umumnya, keputihan adalah kondisi normal yang dialami oleh wanita saat hamil. Namun, jika keputihan memiliki warna abu-abu, ini mungkin menandakan adanya infeksi vagina yang disebut bacterial vaginosis. Bacterial vaginosis adalah gangguan umum pada vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri jahat yang melebihi bakteri baik. Hal ini dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna abu-abu dengan bau amis yang menyengat setelah berhubungan seksual.

BACA JUGA  Kelompok UPPKS Binaan BKKBN Sulteng Diharap Bisa Jualan Online Dimasa Pandemi Covid-19

Jika Anda mengalami keputihan dengan warna abu-abu yang tidak biasa dan memiliki bau yang tidak sedap, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Penting untuk menjaga kebersihan area kewanitaan selama kehamilan dan menggunakan pakaian yang longgar serta bernapas untuk menghindari infeksi vagina yang dapat menyebabkan keputihan berwarna abu-abu.


5. Cokelat

Keputihan saat hamil adalah hal yang umum terjadi dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika keputihan berwarna cokelat muncul, perlu waspada karena ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang serius.

Keputihan cokelat biasanya terjadi karena darah yang tercampur dengan lendir vagina. Ini bisa terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya adalah implantasi pada awal kehamilan, di mana embrio menempel ke dinding rahim dan mengakibatkan sedikit perdarahan. Jadi, keputihan cokelat pada trimester pertama kehamilan mungkin merupakan tanda tersebut.

Namun, jika keputihan cokelat terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, kemungkinan besar ada masalah lain. Keputihan cokelat yang disertai dengan darah merah segar, nyeri perut yang hebat, atau demam bisa menjadi tanda adanya masalah serius seperti plasenta previa atau keguguran.

Jadi, jika Anda mengalami keputihan cokelat selama masa kehamilan, penting untuk memperhatikan adanya tanda-tanda yang mengindikasikan keadaan yang serius. Jika ada tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Merah Muda

Keputihan berwarna merah muda adalah kondisi umum yang dialami oleh beberapa wanita selama kehamilan. Merah jambu ini adalah perpaduan antara warna merah dan putih, biasanya memiliki tekstur yang sedikit encer. Meskipun kadang-kadang menjadi sumber kekhawatiran bagi ibu hamil, keputihan merah jambu umumnya tidak berbahaya dan merupakan kejadian normal.

Biasanya keputihan ini hanya berlangsung selama 1-2 hari dan tidak menimbulkan masalah serius. Namun, jika keputihan berlangsung lebih dari itu atau disertai dengan gejala seperti nyeri perut atau pendarahan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

BACA JUGA  Bupati Kasman Lassa Dilantik Jadi Ketua DPD PAN Donggala

Namun, perlu diingat bahwa jika keputihan berwarna merah muda disertai dengan gejala lain seperti sakit perut, gatal-gatal, bau tak sedap, atau disertai dengan pendarahan yang abnormal, hal itu dapat menjadi tanda adanya infeksi vagina atau masalah serius lainnya. Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Dalam melakukan hubungan seksual selama kehamilan, juga dapat menyebabkan keputihan berwarna merah muda karena aktivitas seksual bisa merangsang aliran darah ke regio panggul. Namun, keputihan yang berkaitan dengan hubungan seksual harus ringan dan berhenti dalam waktu yang singkat setelah aktivitas seksual.

Secara keseluruhan, keputihan berwarna merah muda yang terjadi selama kehamilan umumnya normal dan tidak berbahaya. Namun, jika terdapat gejala yang mengkhawatirkan atau perubahan yang mencolok dalam keputihan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesehatan ibu dan janin.

7. Merah

Keputihan pada ibu hamil adalah kondisi yang umum terjadi selama kehamilan. Salah satu jenis keputihan yang mungkin dialami adalah keputihan berwarna merah. Keputihan ini dapat menjadi tanda atau gejala yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil.

Penyebab keputihan berwarna merah pada ibu hamil dapat beragam. Beberapa penyebab umum termasuk infeksi vagina seperti vaginitis, infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia, atau trauma pada area vagina. Keputihan berwarna merah juga dapat disebabkan oleh pendarahan dari organ reproduksi seperti serviks atau rahim.

Tanda-tanda keputihan berwarna merah pada ibu hamil meliputi adanya darah segar yang keluar dari vagina, rasa gatal atau terbakar pada area vagina, atau adanya bau yang tidak normal. Jika ibu hamil mengalami keputihan berwarna merah, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Mengetahui penyebab dan tanda-tanda keputihan berwarna merah saat hamil membantu ibu hamil untuk mewaspadai kondisi yang berpotensi menyebabkan komplikasi. Pengobatan keputihan berwarna merah saat hamil akan disesuaikan dengan penyebabnya, yang mungkin melibatkan penggunaan obat-obatan yang aman untuk ibu hamil.***

Komentar