oleh

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

(F-ist)

SULTENGMEMBANGUN.COM, JAKARTA –
Saat ini, saham sebagai salah satu instrumen di sektor pasar modal menjadi hal yang semakin banyak diminati oleh generasi muda. Tak heran, jika dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, istilah ‘melek investasi’ seakan tak asing lagi terdengar di kalangan kawula muda masa kini.

Klaim di atas nyatanya terbukti lewat data yang dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Menukil IDX Channel (23/2/2021), disebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda, terutama generasi milenial dan Gen-Z.

Dijelaskan lebih jauh oleh Hasan Fawzi, selaku Direktur Pengembangan BEI, yang menyebut bahwa jumlah investor baru per Januari 2021, 50,7 persennya datang dari kalangan usia 18-25 tahun.

Di saat yang bersamaan, hal tersebut dibarengi dengan mulai masuknya berbagai perusahaan berbasis teknologi masa kini (startup), di mana ekosistemnya didominasi oleh kalangan muda seperti yang disebutkan di atas, untuk ikut menjadi pemain di industri pasar modal tanah air.

Maka tidak heran, jika keputusan berbagai perusahaan teknologi untuk mulai masuk ke pasar modal lewat langkah IPO tidak hanya didasari oleh tujuan untuk meraih peluang pendanaan yang lebih besar, namun juga karena kondisi pasar yang saat ini didominasi oleh kalangan muda yang memiliki karakteristik sama dengan ekosistem perusahaan teknologi itu sendiri.

Seakan memberi angin segar, langkah mulai masuknya perusahaan teknologi startup ke pasar modal yang dilakukan Bukalapak, bahkan diproyeksikan akan mencetak sejarah baru berupa peraih dana IPO (Initial Public Offering) terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

BACA JUGA  Hamengku Buono, Warga Desa Pokobo Buol Meraih Juara Terbaik II Keluarga Teladan

Dengan target dan perkiraan perolehan dana sebesar Rp21,9 triliun, pendanaan tersebut diklaim akan membuka jalan bagi perusahaan serupa lainnya untuk mengalahkan rekor IPO yang saat ini masih dimiliki oleh Adaro Energy, dengan perolehan IPO terbesar sejak tahun 2008, dan jajaran perusahaan lainnya.

Lantas, apa saja jajaran perusahaan yang berhasil meraih pendanaan IPO terbesar di Indonesia, dan harus bersiap untuk kehilangan pencapaian tersebut menjelang masuknya berbagai perusahaan startup untuk ikut melantai di bursa saham? Berikut daftarnya.
1. Adaro Energy yang memiliki nama emiten ADRO, merupakan perusahaan pertambangan batu bara terpadu yang berbasis di Indonesia. Adaro dan beberapa anak perusahaannya bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, perdagangan batu bara, jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batubara, dan kegiatan pembangkit tenaga listrik.

Perusahaan ini melakukan langkah IPO pada 16 Juli 2008 dan melepas 34,83 persen kepemilikan saham ke publik, dengan penawaran harga Rp1.100 per lembar saham. Pada akhirnya perusahaan berhasil meraih perolehan dana lewat IPO sebesar Rp12,2 triliun, dan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah IPO di Indonesia hingga saat ini, mengingat IPO yang dilakukan Bukalapak belum disahkan secara resmi untuk tercatat di bursa saham.

2. Indofood CBP Sukses Makmur
Siapa yang tidak mengenal perusahaan di sektor fmcg satu ini. Raksasa ritel yang jadi pemain besar dalam memenuhi kebutuhan pokok hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia ini, menempati posisi ke-2 dalam hal peraih pendaan tertinggi lewat langkah IPO.

BACA JUGA  Keikhlasan dan Profesional

Tercatat dengan nama emiten ICBP di BEI, perusahaan ini melakukan IPO pada 7 Oktober 2010, dan melepas sebesar 20 persen saham yang dimiliki ke publik dengan harga penawaran Rp5.395 per lembar saham.

Lewat langkah IPO tersebut, perusahaan dengan produk bintang Indomie yang mendunia ini berhasil meraih pendanaan mencapai Rp6,3 triliun.

3. Waskita Beton Precast
Posisi ketiga dari rekor perolehan dana IPO tertinggi dalam sejarah Indonesia diraih oleh anak perusahaan BUMN Waskita Karya. Mencatatkan nama di bursa saham dengan kode WSBP, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini melakukan langkah IPO pada 20 September 2016.

Banyaknya saham yang dilepas ke publik dapat dikatakan cukup besar namun dengan harga penawaran yang terbilang rendah dibanding 2 peringkat sebelumnya, yaitu sebanyak 40 persen saham yang dilepas dengan harga penawaran Rp490 per lembar saham.

Menariknya, langkah IPO yang dilakukan hanya berselang dua tahun sejak anak perusahaan ini didirikan pada tahun 2014, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp5,6 triliun.

4. Bayan Resources
Sama halnya seperti Adaro Energy, Bayan Resources ini bergerak di bidang batu bara yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Perusahaan ini memproduksi batu bara mulai dari batu bara kokas semi lunak, batu bara sulfur ramah lingkungan, dan batu bara sub-bituminous.

BACA JUGA  Setelah Viral, 2 Oknum Polisi yang Tilang Sopir Truk Cabai Dicopot Jabatannya

Melakukan IPO pada 12 Agustus 2008, persentasi saham yang dilepas ke publik sebesar 25 persen dengan harga penawaran Rp5.800 per lembar saham. Berkat langkah IPO tersebut, perusahaan yang memiliki nama emiten BYAN di BEI ini berhasil memperoleh dana sebanyak 5,55 triliun

5. Borneo Lumbung Energi
Posisi ke-5 yang berhasil meraih rekor pendanaan tertinggi lewat IPO kembali diraih oleh perusahaan pertambangan batu bara, Borneo Lumbung Energi, yang melepas saham perdana sebanyak 25 persen ke publik pada 26 November 2010, dengan harga penawaran Rp1.170 per lembar saham.

Lewat langkah IPO tersebut, perusahaan yang saat ini memiliki nama emiten BORN di BEI berhasil meraih pendanaan sebesar Rp5,1 triliun.

Dari kelima jajaran perusahaan di atas, dapat dilihat bahwa sebelum perusahaan startup berbasis teknologi belum semasif sekarang, pasar modal di Indonesia masih didominasi oleh emiten yang bergerak di industri manufaktur berbasis sumber daya alam, setidaknya sampai saat ini.

Namun, dengan masuknya Bukalapak sebagai calon perusahaan peraih perolehan dana tertinggi lewat IPO, yang juga diyakini akan membuka jalan perusahaan serupa lainnya untuk ikut melantai di bursa saham, diprediksi membuat pasar modal di Indonesia turut diramaikan oleh perusahaan startup berbasis teknologi di masa yang akan datang.(***)

Komentar

News Feed